Untuk kekasihku yang jauh

selamat malam kekasihku, 
apa yang sedang kau pikirkan saat ini? pertemuan-pertemuan yang telah kita ramu kemarin kah? atau kesalahpahaman yang kerap kita perankan dalam waktu terakhir ini?
entahlah sayang, aku tidak berani menerka.
kau ingat kapan kali terakhir kedua bola mata kita beradu? aku mengingatnya dengan jelas. masih kurasakan aroma yang terkomposisi bersama senyum dan gerimis di bangku terminal yang bisu.
kau bilang jangan khawatir, hanya raga yang akan mencipta jarak di antara tatap mata kita. bukan hati dan perasaanmu. 
aku takut sayang. aku benci menjadi sendiri. aku benci harus memaksa nurani memaki ratusan kilometer jeda di antara kita. ada yang kusadari pada detik setelah aku tersenyum saat itu, berpura-pura sungguh menyakitkan. taukah kau dalam kepura-puraanku ada doa yang sengaja kuselipkan 'tak bisakah Tuhan menghentikan kita dari cerita keterpisahan ini?' . aku tidak ingin seperti langit yang terlihat tegar mencintai bumi dalam jaraknya, namun tetap saja menyedihkan. 
tapi apalah cinta itu sayang, jika rapuh hanya berhadapan dengan jarak. 

rindu membuatku tak lagi logis. ia memperanakkan sederet ketakutan dalam bahasa-bahasa yang tak mampu kita tafsirkan dengan baik. memperuncing keangkuhan yang tak mampu kuucapkan. Tuhan tidak memberikan jalan padaku untuk menghancurkan jarak yang terkutuk ini. pada akhirnya aku hanya menghamba pada diam yang mencipta kemelut pada cerita kita. 
aku lupa, kehidupan memiliki dua sisi yang saling berkaitan. seperti bahagia dan luka yang teranyam menjadi satu rangkaian pada kisah kasih kita. 

kita hanya perlu terus mempererat ikatan kebersamaan , meski tidak dalam keberadaan yang dekat. dan percaya pada Tuhan  yang maha baik. atas warna yang belum ia kentarakan dalam makna jarak diantara raga kita.

3 komentar:

  1. aku rapuh...
    kamu alay banget sih...
    menjijikkan.....
    berbagai tanggapan yang muncul dan beragam pula pecentus ucapan. mari kita saling mengerti dari banyak sisi. bukan satu sisi.

    Jabat erat,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha. lebih menjijikkan siapa? aku yang menjijikkan atau yang masih mengunjungi blog yang sejak dulu sudah dibilang menjijikkan? haha

      Hapus
  2. Oh... ini perempuan yang kata orang lain menjijikkan. Sini, kupeluk di depan keramaian. usah dihiraukan ya. km tenang saja dalam pelukanku. :)

    BalasHapus