-Gempita Hati

diambil dari www.devianart.com

 "....kalau kita saling percaya, tak perlu nada tak perlu irama. berjalanlah hanya dengan diam..." -Iwan Fals : Yakinlah- 
Di suatu senja yang begitu jingga, kau datang mengetuk pintu. Aku ragu, hanya mampu mengintipmu di sela tirai yang menganga. Siapa kamu? Darimana asalmu? aku tidak tau. 
Sekian detik kemudian pintu kubuka pelan. Kau memperkenalkan diri dan aku menyambutnya lembut. Parasmu masih asing, namun aku merasa dekat dengan kata kenal. Kulihat, tak ada apapun di tanganmu sore itu.
Menit selanjutnya kubiarkan kau masuk ke dalam. Tak ada yang dapat kusuguhkan, bahkan hanya setetes air. Aku tak bisa menyeduhkan kopi, tak juga dapat membuatkanmu semangkuk hidangan. Kau tak pernah mempermasalahkan itu, karena kedatanganmu bukan untuk meminta apapun dariku. Kita berbincang hingga larut. Tanpa tujuan dan arah yang pasti. Saling memamerkan barisan seri, taring dan geraham. Di luar hujan, gemuruhnya berkali memaksa gendang telinga beresonansi lebih kuat. Namun di dalam tetap tenang, dengan sederet kisah yang kita perdongengkan tanpa jemu.

Kemudian pagi menyapa dengan syahdu, kau dan aku memberanikan diri meracik kopi bersama. Kental, encer, pait, ataupun manis nanti tak pernah kita risaukan. 
Takdir memang susah kita terka. Tuan. J 

5 komentar: