menatap hidup



Aku ingin bercumbu dengan malam. Dengan gelap yang melekat pada kulit jalangnya. dengan terang yang terus  menebarkan pesona semu . Dengan sepi yang membius  hati untuk tetap berdamai . Dengan hembusan angin yang samar-samar mencekam kalut. Dengan rindu yang terus mengiris jiwa bak pisau membelah keladi. Tentang tawa, tangis dan cerita angin yang tak dapat kurasakan lagi hembusnya. Dengan damai aku ingin meresapi semua sari patinya. Sebelum pagi menyuguhkan embun.

2 komentar:

  1. dan, kau ingin mencari alasan untuk menunda datangnya pagi. tapi sayang, embun tetap merebahkan diri pada hamparan rerumputan, ngarai dan lembah.

    tok!
    :)


    o... ini blog kamu, Rin?! bukan curhat sprt yg kamu bilang di tulisan sebelumnya. tulisanmu yg ini boleh dibilang sekadar "bukan curhat", tapi labirin kesunyian di tengah malam yg merambat ke pagi. dan, benar... benar... sebuah tulisan lahir dari pemilik tangan itu sendiri: Diri.

    one thumb for this post (Ainglish Skooni').

    BalasHapus
    Balasan
    1. hei ulum, ini curhat. curhat yang gak panjang :D

      Hapus